Sabtu, 01 Agustus 2015

#SURROGATE MOTHER PART2

Sudah sebulan ga ngeblog... so many thinks to say, so little time to write.

Intinya, selama bulan ramadhan, peran sebagai surogate mother alias emak pengganti to be continue, tp dgn cerita yg berbeda.

Lantaran kakak saya sakit dan harus di rawat di rumah sakit selama 15 hari, saya harus jd emak dadakan dr 2 anak laki2 tanggung yg lagi unyu2 banget.

Biasanya, mikir mau masak apa buat suami, anak dan ibu saja saya sdh pusing, ketambahan 2 orang member baru, bikin kepala barbie ini makin pusing. Butuh ekstra sabar untuk bujuk si bujang yg msh kelas 5 SD untuk bangun dan makan sahur. Apalagi kalau si bujang pake drama nangis dahulu sebelum sahur. Jurus yg saya pakai, masak atau beli makanan yg disukai si bujang supaya dia mau makan.

Sedangkan untuk abangnya, saya harus mengajarkan masak nasi dan cuci piring sendiri. keluarga kakak saya tinggal di samping rumah saya, dan dua anaknya tidak mau mengungsi ke rumah saya, jadilah saya harus mengajarkan mereka mandiri, termasuk masak nasi sendiri. untuk urusan masak nasi dan mencuci piring, saya berhasil, tp urusan lain seperti jam tidur dan disiplin, saya gatot alias gagal total. Pasalnya si abang selalu asyik dgn game di laptopnya tiap malam hingga jam sahur tiba. dan sore hari sebelum mahgrib, barulah ia bangun. sedangkan si bujang kecil, tidak mau tidur di atas kasur. ia lebih suka tidur beralaskan bed cover saja di depan tv. mungkin karena mereka terbiasa seperti itu sebelumnya.

Meski gagal, saya merasa bersyukur karena kedua ponakan saya itu mau menuruti nasehat saya untuk tidak meminta ayah ibunya membelikan baju lebaran. saya beri penjelasan jika ibunya tidak ada waktu untuk membeli baju, sayapun menjelaskan jika ayah ibu mereka sedang membutuhkan biaya yg banyak untuk perawatan ayah di rumah sakit. Alhamdulillah, saya ada rejeki untuk membelikan mereka baju baru, sehingga mereka tidak kecewa2 amat di hari lebaran....

Untungnya, 2 hari sebelum lebaran, ayah mereka bisa kembali ke rumah dan berlebaran bersama, meskipun dalam kondisi sederhana.

Menjadi emak pengganti memang pekerjaan ekstra yg menguras energi dan emosi, tapi syarat pelajaran berharga yang tak bisa terganti...

SEMANGAAAAT....!!!

Selasa, 30 Juni 2015

LULUS SEKOLAH, LANGSUNG DAPAT IJABSAH

Tolong baca sekali lagi judulnya... agar anda tidak salah baca. Yes, ijabsah... bukan ijasah.

Minggu 14 juni 2015, keponakan saya Dini Yusrina memutuskan untuk mengakhiri masa ABGnya. Di usianya yang baru 18 thn, dini memutuskan untuk menerima pinangan dari sang pacar yang usianya terpaut 6 thn darinya. Padahal dini baru saja dinyatakan lulus dari ujian nasional sekolah menengah kejuruan.

Dini belum mengantongi ijazah SMK, namun Dini sdh mengantongi surat ijabsah dari pak penghulu. saya jadi teringat sinetron indonesia yg berjudul "Pernikahan Dini"... (pernikahan dini, bukan cintanya yg terlarang... namun waktu saja belum tepat, merasakan semuaaaa....) begitu kira2 penggalan lagunya.

Bagi dini dan pasangannya, ini merupakan saat yg tepat untuk mengikat janji sehidup semati. Meski sulit rasanya untuk melepas dini untuk diserahkan pada org lain, mau tak mau orang tua dini akhirnya menyerah pada kemauan dini. Tanpa ragu, takut atau malu, Dini menjalani jenjang baru. Tanpa rasa sedih dan sesal, dini menjalani akad nikahnya dgn senyuman mengembang.

Dini, tahukah kamu, sehari setelah akad nikahmu, kamu akan jalani kehidupanmu sendiri tanpa mama dan bapakmu. kehidupan nyata dimana kamu akan rasakan manis, pahit dan getir pengalaman biduk rumah tangga.

Semoga, keputusan dini untuk menikah di usia dini, bukanlah keputusan sesaat yg diambil terlalu dini. Semoga kamu bisa menjadi istri, menantu dan ibu muda yg baik utk anak2mu kelak.

Mendukungmu selalu,

Bude Pipien

Minggu, 14 Juni 2015

"SURROGATE MOTHER"

Sabtu pagi yang tidak biasa...
Pagi2 sdh melepas keponakan saya yg baru saja lulus smp,  untuk pergi latihan marching band. Kegiatan di luar jam sekolah yg dia sukai.

Tak lama kemudian, keponakan saya lainnya yg duduk di bangku sma, minta di ambilkan rapor lantaran bunda dan ayahnya sedang ada urusan di luar kota.

Jadilah saya "Surrogate Mother" buat mereka. dan ini adalah kali pertama saya mengambil rapor. Bingung caranya sdh pasti, tp yang paling membingungkan, wali kelas si kakak (keponakan saya) tdk tau kalau saya bukan ibunya si kakak. Walhasil, ketika diberi wejangan soal prestasi kakak yg agak kurang dan angka alfa-nya yg berlebihan... saya hanya bisa ngangguk2 sok paham. "baik bu... baik bu... siyap bu..." kalimat pamungkas saya pagi itu.

Untung saja, tdk ada biaya apapun yg hrs sy keluarkan pagi itu. hehehe...

Yang harus saya lakukan sebagai surrogate mother hanyalah, "ada" untuk keponakan2 saya, disaat mereka membutuhkan.

Meski hanya harus "ada" disaat mereka butuhkan, menjadi surogate mother jg harus pake tanggung jawab plus kasih sayang. Padahal sifatnya hanya sementara lho, coba bayangkan jika anda menjadi orang tua angkat dr anak yang anda adopsi, layaknya Margarieth yg telah mengadopsi Angeline -bocah yg dinyatakan hilang dan ditemukan terkubur di belakang rumah ibu angkatnya-. Jika anda jadi Margareith dan punya anak angkat secantik angeline, tegakah anda menyakiti anak yang sewajarnya sdh anda anggap anak sendiri?
Atau tegakah anda menyuruh orang untuk menghabisi anak itu demi warisan?
Tragedi kematian angeline memang masih misteri. Namun, paling tidak polisi sdh menetapkan beberapa tersangka. Semoga kasusnya segera selesai, pembunuhnya segera terungkap dan angeline segera mendapatkan sayapnya di surga...

Anyway, kasus angeline dan saya menjadi surrogate mother memang tdk ada hubungannya, tp mungkin dr kasus itu kita bisa berkaca. sdh benarkah kita memperlakukan anak-anak kita?
#BahanRenungan

Kamis, 11 Juni 2015

Sama-sama belajar

Jika kita selalu meminta anak untuk belajar yang sungguh-sungguh, sudahkah kita sungguh-sungguh belajar untuk menjadi orang tua yang baik?

Jika kita ingin anak kita menjadi anak terbaik disekolah sudahkah kita menjadi orang tua terbaik dirumah?

-ayah edy-
Seorang praktisi pendidik anak

Selasa, 09 Juni 2015

BAHAGIA1

Kata orang BAHAGIA itu sebenarnya sederhana...

Coba saya buktikan!

Saya kagum, senang sekaligus terhibur Ketika melihat anak saya nyanyi lagu "Let it go" -soundtrack nya film Frozen- sambil bergaya ala elsa... padahal perbendaharaan kalimatnya pun msh terbatas lantaran anak saya baru berusia 2 thn.

Saya kagum, senang, terhibur = (sama dengan) Saya bahagia.... berarti, Bahagia itu benar2 bisa dirasakan dalam suatu hal atau kondisi yg sederhana. Ga perlu punya uang banyak untuk bahagia *cara ngeles org yg punya uang pas2an* hahahahaha...

Anyway, mulailah ciptakan bahagiamu di tempatmu berada, meski dlm keadaan sederhana...
#YukBahagia

Minggu, 07 Juni 2015

#CurcolJilid1


Ternyata menjadi ibu rumah tangga sekaligus wanita pekerja itu teramat sangat sulit. at least buat saya...

Betapa tidak, saat shift pagi. saya harus bangun jam 3 pagi. mandi, menghangatkan makanan yg sdh sy masak semalam, menyiapkan botol2 susu si kecil, mencuci piring, sampai menyiapkan satu termos penuh air panas untuk ibu saya. saatnya berangkat, saya tdk pernah sempat dandan. dgn muka polos dan gaya hijab ala kadarnya, saya pun pergi kerja.

Pulang dr ktr, saya hrs secepatnya berjibaku dgn pekerjaan rmh. masak utk makan malam, sekaligus menyiapkan utk besok pagi. jika beruntung, saat sampai di rmh, si kecil msh tidur siang. dgn begitu, saya bisa mengerjakan PR dgn tenang.

Agar tdk kehilangan waktu bermain dgn anak saya yg masih berusia 2thn, kadang saya mengajaknya bermain di dapur sambil  memasak. Saya biarkan anak bermain dgn alat2 dapur yg tdk berbahaya utknya...

Saat dapat shift sore, saya hrs mempersiapkan semuanya sebelum sy berangkat kerja. lagi2 ga sempat dandan... kapan ya bisa kayak ibu2 pekerja lainnya yg punya waktu buat dandan sebelum berangkat kerja? *padahal kalau ada waktupun, sy ga pandai berdandan*

Kadang saya berharap bisa dapat ekstra waktu. mungkin Tuhan bisa buat sehari 32 jam dan bukan 24 jam agar saya bisa punya waktu main dgn anak. Tp setelah dipikir2 kalau waktu ditambah mjd 32 jam sehari, jam kerja saya pasti jg akan bertambah... sama saja kan. jd memang Tuhan telah mengatur segalanya dgn tepat...

Mengeluh memang tidak menyelesaikan persoalan, tp kadang membuat dada ini sedikit lebih lega... iya kan ibu2?! Tapi sayangnya, Tuhan tidak suka umatnya mengeluh. Karna sebenarnya Ia telah merancang segalanya dgn tepat dan sesuai untuk setiap orang. Dan jika dipikir dgn kepala dingin, saya ini orang yang beruntung. Dgn segala keterbatasan yang ada, saya memiliki keluarga yg bs diandalkan. saya punya ibu yg selalu ada untuk saya, termasuk menjaga anak saya. saya punya kakak2 yg selalu siap membantu jika saya ada kesulitan apapun. termasuk menjaga anak saya ketika ibu saya sakit. Jadi sudah sewajarnya untuk mengucap rasa syukur kan... Alhamdulillah

Senin, 22 Desember 2014

MANFAAT SEMANIS MADU UNTUK ANAKKU

Saya adalah ibu yang memiliki anak batita. Agar anak saya bertumbuh dengan maksimal, saya tentu butuh manfaat dari madu. Madu mengandung dua gula utama yaitu fruktosa dan glukosa. gula yang terdapat pada madu lebih cepat diserap oleh tubuh dan dialirkan ke darah. Hal ini memberikan dorongan yang cepat bagi tubuh. madu juga mengandung protein, vitamin dan mineral, tapi tidak mengandung kolesterol. Vitamin dan mineral yang terdapat dalam madu, tergantung pada sumber bunga madu.
Manfaat madu untuk kesehatan telah banyak di aplikasikan dalam medis selama bertahun-tahun, tetapi studi terbaru kini dapat membuktikan sifat menguntungkan dalam beberapa aplikasi, termasuk sebagai pengobatan antibakteri untuk luka bakar dan borok. Alasannya adalah karena madu memiliki sifat anti bakteri dan osmotik ; yaitu cenderung untuk menarik air. Molekul air sangat bereaksi dengan gula dalam madu, meninggalkan sedikit air yang tersedia untuk mikroorganisme. Dengan demikian, bakteri penyebab infeksi secara harfiah dehidrasi dan mati karena khasiat madu. Aktivitas enzim madu juga menghasilkan hidrogen peroksida, yang menghasilkan mempu mencegah radikal bebas dan sangat reaktif untuk membunuh bakteri.
Berikut ini 5 manfaat madu untuk anak : 1. Sumber Vitamin Yang Lengkap Bagi Anak Madu mengandung seluruh vitamin yang dibutuhkan oleh anak, yaitu : A, B1, B2, B3, B5, B6, D, K, E, Uric Acid, dan asam nikotinat. Semua vitamin ini penting dan sangat dibutuhkan oleh tubuh anak, selain itu dapat diserap tubuh dengan mudah selama satu jam setelah mengkonsumsi madu. Hal ini berbeda dengan vitamin pada berbagai makanan lain yang lebih lambat proses penyerapannya dibandingkan penyerapan vitamin yang terdapat di dalam madu.
2. Dapat Menyembuhkan Batuk Anak Anak-anak mudah terserang flu dan batuk, apalagi sekarang cuacanya cukup ekstrem, hal ini bisa menyebabkan flu dan batuk gampang menjangkiti anak-anak. Untuk menangkalnya, minumkan madu pada anak Anda secara rutin. Madu memiliki efek seperti obat dengan kandungan dekstrometorfan yang berfungsi meredakan batuk pada malam hari sehingga tidur menjadi lebih lelap.
3. Baik untuk Pencernaan Anak Anak-anak biasanya kurang peduli pada kebersihan makanan yang mereka konsumsi. Mereka juga sering tak acuh terhadap higienitas tangan mereka ketika akan memegang makanan. Maka sudah jamak ditemukan anak-anak yang mengalami masalah dengan pencernaannya. Hal ini bisa diatasi dengan madu. Menurut penelitian, beberapa jenis madu ternyata memiliki beberapa bakteri yang ramah. Seperti 6 jenis laktobasilus dan 4 spesies bifidobacteria. Bakteri-bakteri ramah ini akan membunuh bakteri jahat di dalam usus.
4. Memicu Pertumbuhan Otak Anak Masa anak-anak adalah masa di mana otak sedang berkembang. Bantu perkembangan otak anak lebih optimal dengan madu. Berilah satu sendok makan madu asli sebelum tidur. Hal ini akan meningkatkan fungsi kinerja otak sebab fruktosa yang terkandung pada madu akan memberi energi cadangan pada hati dan bekerja pada otak semalaman pada saat anak Anda sedang tidur. Itulah mengapa madu dipercaya sebagai zat penambah energi para atlet zaman Yunani kuno selama berlangsungnya acara olimpiade.
5. Membantu Pertumbuhan Anak Tidak diragukan lagi bahwa madu dapat membantu pertumbuhan anak secara optimal. Madu mengandung cukup banyak zat besi (Fe) dan tembaga (Cu) sedang ASI atau susu sapi mengandung lebih sedikit dibandingkan madu. Asupan Fe dan Cu yang cukup akan membantu proses pembentukan sel darah merah dan hemoglobin.
Waktu Tepat Pemberian Madu untuk Anak Sebagian besar Ibu tak jarang sudah memberikan madu pada anak sejak dini bahkan beberapa semenjak lahir dengan alasan madu banyak manfaatnya untuk kesehatan ataupun madu sebagai pengganti gula. Namum saat ini, American Academy of Pediatrics (AAP) masih menganjurkan penundaan pemberian madu hingga usia anak diatas 1 tahun. Madu untuk Bayi diatas usia 1 tahun Sejak tahun 2008, banyak perubahan yang telah dibuat mengenai “aturan” kapan bayi dapat mengkonsumsi makanan tertentu. Namun berbeda dengan MADU, sampai saat ini sebagaimana dinyatakan dalam AAP Pediatric Nutrition Handbook “Bayi berusia kurang dari 12 bulan harus menghindari semua sumber madu”. Pernyataan tersebut cukup menjelaskan bahwa apa pun yang mengandung madu harus dihindari untuk anak di bawah usia 1 tahun. Segala macam bentuk madu tersebut meliputi ; madu murni, madu mentah, makanan mengandung madu (sereal, biskuit) dan makanan yang diolah dengan madu (dimasak atau dipanggang) .
Mengapa Madu ditunda? Botulisme bayi disebabkan oleh karena bayi menelan makanan yang terkontaminasi oleh spora Clostridium Botulinum. Spora tersebut menyebabkan tumbuhnya bakteri dalam usus bayi yang menghasilkan toksin Botulisme. Biasanya makanan yang terkontaminasi spora adalah makanan yang tidak diolah dengan baik atau makanan kaleng yang sudah kadaluarsa. Selain makanan yang terkontaminasi, ternyata Madu juga merupakan media yang baik untuk tumbuhnya spora C.Botulinum. Akan tetapi mengapa konsumsi madu bisa berbahaya pada bayi, sedangkan pada anak yang lebih besar atau orang dewasa tidak? Jawabannya terletak pada kematangan saluran pencernaan. Bayi dibawah usia 1 tahun belum memiliki intensitas asam yang cukup dalam sistem pencernaan untuk menangkis racun Bakteri Clostrium Botulinum. Sehingga dapat mengakibatkan keracunan.
Tanda dan gejala Botulisme - bayi : Gejala muncul sekitar 8 – 36 jam setelah si Kecil mengonsumsi madu. - Konstipasi disertai dengan - Wajah datar - Gerak tidak aktif - Reflek hisap lemah - Kesulitan menelan - Hipersalivasi - Kelemahan otot - Gangguan pernapasan Diagnosis Botulisme : Botulisme sering salah didiagnosis dengan penyakit polyradiculoneuropathy seperti Guillain-Barre, Myasthenia gravis, atau penyakit sistem saraf pusat lainnya. Namun berbeda dengan penyakit kelumpuhan saraf lainnya, Botulisme mempunyai manifestasi awal kelumpuhan kranial yang menonjol. Kelumpuhan otot akan menjalar ke bawah secara simetris hingga dapat mencapai otot pernapasan. Botulisme tidak diikuti dengan gangguan syaraf sensorik. Diagnosis pasti bila toksin Botulisme ditemukan pada darah, tinja, bilasan lambung atau makanan yang telah dimakan. Dapat juga dilakukan kultur bakteri C Botulinum pada tinja, makanan atau luka.
Segera bawa si Kecil ke dokter bila : - Terlihat lemas bahkan untuk mengangkat kepalanya pun tidak mampu - Terlalu lemah untuk menangis atau mengisap - Sulit buang air besar - Tidak dapat menelan - Terlihat sulit bernafas/sesak Penanganan Botulisme : Segera bawa si Kecil ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat Jika si Kecil terdiagnosis keracunan botulisme, maka akan segera dilakukan beberapa tindakan, termasuk kuras lambung dan/atau pemberian antiracun sesuai indikasi Dalam keadaan khusus, dapat diberikan Antitoksin intravena yang dapat menghalangi aktivitas toksin Botulisme. Hal ini dapat membantu meringankan gejala jika diberikan pada awal proses infeksi . Antibiotik tidak terlalu membantu dalam kasus keracunan makanan oleh Botulisme, namun antibiotik dapat digunakan dalam pengelolaan luka Botulisme. Pada kasus berat, kadang diperlukan mesin bantu napas pada anak
Pencegahan Botulisme : Sampai saat ini belum tersedia vakin untuk mencegah Botulisme sehingga The American Academy of Pediatrics ( AAP ) menganjurkan penundaan pemberian madu sampai usia anak diatas 1 tahun. Jangan mengkonsumsi makanan kaleng yang sudah tidak baik atau kadaluarsa Masak makanan sampai matang untuk menghancurkan racun Botulisme Jangan memberi makanan yang sudah jatuh atau telah dimuntahkan anak kembali Buang wadah berisi makanan yang sudah menggembung. Makanan tersebut kemungkinan dapat mengandung gas yang diproduksi oleh C Botulinum Nah, melihat manfaatnya... Tidak salah jika kita memberikan madu pada anak kita yang sudah 1 tahun ke atas. Mudah-mudahan tulisan ini dapat berguna bagi anda.